Iman terbagi menjdi 2, sebagian dalam sabar & sebagian lainnya dalam syukur. (HR. Al Baihaqi)..........Rasulullah SAW bersabda: "jauhilah kekikiran,sesungguhnya kekikiran itu telah membinasakan (umat-umat)sebelum kamu". (HR. Muslim).......Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang pengembara (musafir),jik engkau di waktu sore janganlah menunggu hingga pagi, jika engkau di waktu pagi janganlah menunggu sore,pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang mati (HR. Bukhari)

Jumat, 04 Februari 2011

Proses Hukum Berjalan Pembebasan Lahan Berlanjut




BATUJAJAR,(GM)-
Proses pembebasan lahan untuk ibu kota Kab. Bandung Barat (KBB) di Kec. Ngamprah tetap dilanjutkan, sekalipun Polres Cimahi telah menetapkan Kabag Umum Setda KBB, ER sebagai salah satu tersangka kasus dugaan mark-up tanah. Sampai penetapan status hukum, lahan yang sudah dibebaskan pada tahap kedua sekitar 8 hektare, sedangkan pada tahap pertama sudah dibebaskan 19 hektare lebih.

Penegasan itu disampaikan Bupati Bandung Barat, Abubakar di Batujajar, Rabu (2/2). Menurutnya, program pemerintah bukan dibangun oleh individu, tapi oleh sebuah sistem.

"Setiap bekerja, saya selalu berangkat dari sebuah sistem. Saya ibaratkan kalau ada onderdil yang terganggu harus diperbaiki, jangan sampai mengganggu sistem secara keseluruhan. Jika memang dianggap ada yang keliru, kita kembalikan ke rel yang benar supaya tidak berdampak pada sebuah pencapaian," kata Abubakar.

Ditegaskannya, sekalipun ada persoalan hukum, proses pembebasan tanah harus tetap berjalan. Program yang sudah disusun tidak boleh terganggu hanya karena penetapan hukum tersangka.

"Semua mesti memahami bahwa persoalan hukum yang sekarang terjadi bukanlah tujuan dari program rencana pembebasan tanah. Setiap program kerja yang digulirkan Pemkab Bandung Barat pada prinsipnya baik, demi kemajuan KBB dan selalu berpijak pada tatanan norma yang berlaku. Kalaupun terjadi masalah hukum, sama sekali bukan tujuan," tegasnya.

Ditambahkannya, kasus hukum yang melilit salah satu kabag di Pemkab Bandung Barat, sampai sekarang tidak berdampak pada proses lanjutan pembebasan tanah. Pemkab Bandung Barat tetap bertekad melanjutkan rencana membebaskan lahan seluas 30 hektare di Desa Mekarsari, Cilame, dan Desa Ngamprah.

"Hikmah yang bisa dipetik dari proses ini membuat pemerintah daerah lebih hati-hati dalam menjalankan setiap kebijakan. Semua birokrat harus bekerja secara profesional setiap bekerja," tuturnya.

Ditegaskannya, sesuai agenda yang sudah direncanakan bahwa pembangunan kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat akan mulai dilaksanakan tahun 2011. Ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

"Kita ingin mencontoh Nabi Muhammad SAW yang mendirikan masjid saat mengawali pembangunan Kota Madinah. Setelah masjid berdiri, barulah kita membangun kantor bupati, satuan kerja perangkat dinas/SKPD, serta kantor instansi vertikal seperti polres, kejaksaan, badan pusat statistik, kantor pertanahan, dan alun-alun terbuka hijau. Memang belum semua tanah yang direncanakan untuk dibebaskan sudah terbebaskan, tapi kita ingin sambil berjalan (pembebasan, red) pembangunan juga berjalan," paparnya.

Sumber : Galamedia, Jum'at 4 Februari 2011

Catatan Kecil : Bagaimanapun kejadian ini tejadi karena dalam proses pengadaan ada beberapa aturan yang dilanggar dan Komisi A dari jauh-jauh hari sudah mengingatkan.

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons